
Sumber: freepik.com
Hai sobat Kontraspedia! Buat kalian yang mulai tertarik terjun ke dunia investasi saham, tentu udah kerap dengar sebutan semacam“ order beli”,“ market order”, ataupun“ limit order”. Tetapi, mengerti kah kalian kalau dalam transaksi saham terdapat sebagian tipe pesanan yang dapat kalian pakai bergantung strategi serta tujuan investasimu? Postingan ini bakal bantu kalian menguasai bermacam tipe pesanan saham biar kalian tidak bimbang lagi waktu mulai trading ataupun investasi.
Kenapa Berarti Menguasai Tipe Pesanan Saham?
Tipe pesanan saham itu berarti banget sebab pengaruhi gimana serta kapan saham kalian hendak dibeli ataupun dijual. Kesalahan memilah tipe order dapat buat kalian kehabisan momen ataupun apalagi rugi. Misalnya, jika kalian ingin beli saham dikala biayanya rendah tetapi malah gunakan tipe order yang langsung mengeksekusi di harga pasar, bisa- bisa kalian malah beli di harga besar.
Market Order: Langsung Eksekusi di Harga Pasar
Market order merupakan tipe pesanan yang sangat simpel. Kalian tinggal masukkan jumlah lot, kemudian sistem hendak langsung mengeksekusi pembelian ataupun penjualan saham di harga terbaik yang ada dikala itu. Sesuai buat kalian yang ingin transaksi kilat tanpa sangat mencermati harga. Tetapi hati- hati, market order dapat buat kalian dapet harga yang kurang sempurna jika pasar lagi volatile.
Limit Order: Atur Harga Sendiri Cocok Keinginan
Beda dari market order, limit order membolehkan kalian memastikan harga beli ataupun jual sendiri. Misalnya, kalian ingin beli saham ABC di harga Rp2. 000, ya kalian tinggal pasang limit order di harga itu. Transaksi cuma hendak terjalin jika harga pasar memegang ataupun lebih baik dari harga yang kalian tentukan. Ini sesuai buat kalian yang memiliki strategi harga khusus serta tidak buru- buru.
Stop Order: Prediksi Pergerakan Pasar
Stop order merupakan tipe pesanan yang aktif kala harga saham memegang titik tertentu. Terdapat 2 tipe utama: stop loss serta stop buy. Stop loss bermanfaat buat menghalangi kerugian, sebaliknya stop buy dipakai buat menangkap momentum dikala harga menembus tingkat tertentu. Ini strategi kesukaan banyak trader handal sebab dapat menolong mengatur resiko.
Stop Limit Order: Campuran Pintar Stop serta Limit
Jika kalian suka yang lebih lingkungan serta strategis, stop limit order dapat jadi opsi. Tipe order ini mencampurkan stop order serta limit order. Sehabis harga menggapai titik tertentu( stop), hingga hendak aktif selaku limit order di harga yang telah didetetapkan. Walaupun dapat lebih nyaman, tetapi kelemahannya merupakan order ini dapat saja tidak tereksekusi bila harga tidak cocok dengan limit yang kalian tetapkan.
Fill or Kill (FOK): Wajib Langsung Terpenuhi Ataupun Dibatalkan
FOK merupakan tipe order yang wajib langsung dieksekusi secara penuh ataupun dibatalkan sepenuhnya. Jika tidak dapat dipadati 100%, hingga order hendak otomatis hangus. Umumnya tipe order ini dipakai oleh trader besar ataupun institusi yang mau membenarkan likuiditas besar saat sebelum masuk pasar.
Day Order vs Good Till Cancelled (GTC)
Terdapat pula pengaturan waktu dalam tipe pesanan saham. Day order cuma berlaku buat satu hari perdagangan. Jika tidak tereksekusi, hendak dibatalkan otomatis di akhir tahap. Sedangkan GTC hendak terus aktif hingga kalian batalkan sendiri ataupun hingga jangka waktu optimal yang didetetapkan broker. GTC sesuai buat investor yang tabah menunggu harga sempurna.
Kapan Wajib Memakai Tipe Order Tertentu?
Seluruh bergantung strategi serta keadaan pasar. Jika kalian trader setiap hari yang mau kilat keluar masuk pasar, market order ataupun stop order dapat jadi opsi. Tetapi jika kalian lebih suka investasi jangka panjang, limit order serta GTC hendak lebih relevan. Intinya, pahami tujuanmu serta sesuaikan dengan tipe order yang kalian pakai.
Kesimpulan
Menguasai jenis- jenis pesanan saham merupakan langkah dini yang berarti dalam ekspedisi investasimu. Dengan mengenali kapan serta gimana memakai market order, limit order, stop order, serta yang lain, kalian dapat lebih bijak mengambil keputusan serta meminimalkan resiko. Dunia pasar modal memanglah dinamis, tetapi dengan strategi yang pas, kesempatan keuntungannya pula sangat menjanjikan.